Abstract :
World Health Organization (WHO) dan the International Society of Hypertensi
(ISH) menetapkan bahwa hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah (TD)
sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih besar dari 90
mmHg. Seseorang yang didiagnosis hipertensi ini tidak bisa disembuhkan
melainkan hanya dapat dikontrol dengan beberapa terapi yakni meliputi terapi
diet, terapi olahraga dan mengkonsumsi obat-obatan. Umumnya klien dengan
hipertensi dirawat di rumah dengan rutin kontrol untuk mewujudkan kestabilan
tekanan darah. Data Global Status on Noncommunicable Diseases tahun 2010
dari WHO, menyebutkan 40% negara negara berkembang memiliki penderita
hipertensi, sedangkan negara maju hanya 35%. Obat-obatan anti hipertensi yang
ada saat ini telah terbukti dapat mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi
dan juga sangat berperan dalam menurunkan resiko berkembangnya komplikasi
kardiovaskuler. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan
non farmakologi. Terapi secara non farmkologi diantaranya menurunkan berat
badan, diet rendah garam, diet rendah lemak, olahraga, cukup waktu tidur dan
istirahat, mengurangi minum kopi, dan mengurangi minum alkohol. Kepatuhan
dalam mengkonsumsi obat merupakan aspek utama dalam proses kesembuhan.
Agar proses kesembuhan terwujud, kerjasama antara pasien dan keluarganya
dengan penyedia layanan kesehatan khususnya dokter harus terjalin dengan baik.
Keluarga sebagai salah satu komponen pemberi asuhan perlu memberikan
support sehingga klien dapat mengontrol kondisi kesehatannya. Support ini
berupa pelaksanaan fungsi keluarga dalam perawatan kesehatan yang meliputi tiga
tugas kesehatan keluarga (mengenal, memutuskan, merawat, memodifikasi dan
memanfaatkan fasilitas kesehatan). Dukungan keluarga yang berperan dalam
manajemen penyakit hipertensi dapat berupa kepatuhan minum obat, harmonisasi
keluarga, keseimbangan finansial, controlling kesehatan, wellbeing makan harian,
aktifitas fisik dan menajemen stress. Pasien hipertensi yang tidak patuh untuk
minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan memerlukan adanya upaya untuk
meningkatkan kepatuhan minum obat. Petugas kesehatan dapat berkerjasama
dengan keluarga untuk mendampingi ketika penderita minum obat. Keluarga yang
ditunjuk sebagai pengawas minum obat mempunyai peran yang penting. Peran
tersebut dapat ditunjukkan dengan memantau benar obat, memantau benar dosis
obat, memantau benar jadwal minum obat dan memantau benar cara pemberian.
Kata Kunci : Hipertensi, Kepatuhan, Pasien