Abstract :
Gangguan persepsi sensori merupakan terjadinya perubahan persepsi
terhadap stimulus baik internal maupun eksternal yang di sertai dengan respon
berkurangnya, berlebihan atau terditrosi. Halusinasi adalah gangguan persepsi
atau tanggapan dari panca indra tanpa adanya rangsangan (stimulus) eskternal.
Pasien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada objek atau
rangsangan yang nyata. Sebagai contoh pasien mengatakan mendengar suara
padahal tidak ada orang yang berbicara. Tujuan penulisan ini menggambarkan
Pengelolaan Dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi di Desa Kalibening
Tingkir.
Pengelolaan pasien dengan halusinasi dilakukan selama 3 hari yaitu pada
hari Sabtu tanggal 27 februari sampai hari Minggu tanggal 01 Maret 2021. Teknik
pengumpulan data dengan menggunakan metodologi keperawatan, diantaranya
melalui pengkajian yang meliputi pemeriksaan fisik, observasi, pemeriksaan
penunjang, penegakan diagnosa keperawatan, implementasi dan evalusai.
Hasil pengelolaan didapatkan pasien mampu melakukan cara mengontrol
halusinasi dengan cara menghardik dan bercakap-cakap dengan orang lain.
Tindakan menghardik yang dilakukan yaitu dengan cara menolak apabila
halusinasi itu datang, dan tindakan bercakap-cakap dengan orang lain dengan cara
mengajak orang lain mengobrol ketika sedang menyendiri.
Saran bagi instansi kesehatan diharapkan untuk meningkatkan asuhan
keperawatan pada pasien gangguan jiwa khususnya halusinasi dengan prinsip
komunikasi terapeutik.
Kata Kunci : Persepsi Sensori, Halusinasi Pendengaran