Abstract :
Pemberian ASI eksklusif di Indonesia sangat memprihatinkan, masyarakat
cenderung memberikan susu formula pada bayinya. Hal tersebut berakibat banyak
balita tidak memperoleh ASI eksklusif. Penting bagi ibu untuk menentukan
keputusan dalam pemberian ASI eksklusif bagi bayinya. Pemberian ASI ekslusif
selama 6 bulan akan berpengaruh terhadap status gizi bayi. Gencarnya promosi
susu formula, ibu pekerja dan kurangnya pengetahuan ibu terhadap nutrisi bayi
menjadi salah satu faktor penyebab malnutrisi pada bayi. Tujuan penulisan ini
untuk mendeskripsikan tentang Pengelolaan Defisit Pengetahuan tentang Nutrisi
Bayi pada Ibu dengan Postpartum Spontan Indikasi Preeklamsi di Puskemas
Tegowanu.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan rancangan studi
kasus dengan meningkatkan pengetahuan ibu dalam kesehatan melalui
penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian ASI eksklusif.
Pengelolaan defisit pengetahuan tentang nutrisi bayi dilakukan pada Ny.M.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik metodologi
keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, intervensi, implementasi dan
evaluasi. Tindakan yang dilakukan meliputi memberikan informasi tentang
pentingnya ASI eksklusif dan gizi seimbang pada ibu menyusui.
Hasil pengelolaan yang dicapai mengenai defisit pengetahuan tentang
nutrisi bayi adalah adanya peningkatan pengetahuan dibuktikan dengan ibu
mampu menjelaskan tentang manfaat ASI eksklusif dan dampak bila ibu
menyusui kurang gizi. Saran penulis bagi pelayanan kesehatan diharapkan dapat
mempunyai jadwal terstruktur tentang pemberian informasi terkait dengan
informasi kehamilan selama antenatal, intranatal dan postnatal khususnya terkait
dengan nutrisi bayi.
Kata Kunci : Defisit Pengetahuan, Nutrisi Bayi, Post Partum Spontan