Abstract :
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi faktor resiko yang dapat
menyebabkan meningkatnya angka kematian anak. Masalah yang sering muncul
pada pasien ISPA yaitu bersihan jalan napas tidak efektif. Bersihan jalan nafas
tidak efektif adalah suatu keadaan ketika individu mengalami suatu ancaman
nyata atau potensial pada status pernafasan karena ketidakmampuannya untuk
batuk secara efektif
Penulisan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaran tentang
pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif pada anak A dengan ISPA di Klinik
Bergas Waras Wringinputih.
Jenis pengelolaan deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa
pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi dalam penanganan bersihan jalan napas tidak efektif.
Populasi adalah anak usia toddler dengan bersihan jalan napas tidak efektif.
Teknik pengambilan sampel 1 orang. Dengan kriteria anak usia toddler, diagnosa
ISPA, bersihan jalan nafas tidak efektif, mengalami batuk pilek.
Pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dilakukan selama 3 hari
pada An. A dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,
pemeriksaan fisik dan observasi. Kemudian dilakukan rencana keperawatan yaitu
latihan batuk efektif dan manajemen jalan nafas. Didapatkan hasil akhir RR:
25x/menit, SpO2 95%, tidak ada bunyi nafas tambahan.
Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat
disimpulkan bersihan jalan napas tidak efektif sudah teratasi.
Diharapkan masyarakat atau keluarga pasien selalu menjaga kebersihan dan
dapat melakukan tindakan keperawatan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)
secara mandiri dan memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk berobat.