Abstract :
Gangguan persepsi sensori adalah perubahan persepsi yang terjadi
terhadap stimulus yang berasal dari internal atau pun eksternal yang disertai
dengan respon yang berkurang, berlebihan atau distorsi. Dampak dari seseorang
yang mengalami halusinasi menyebabkan kurangnya kontrol diri seperti panik
yang berlebihan akan sesuatu hal yang tidak nyata yang mengendalikan
pikirannya. Tujuan penulisan ini untuk menggambarkan pengelolaan keperawatan
dengan gangguan persepsi sensori halusinasi penglihatan dengan halusinasi
penglihatan di Desa Cinta Damai.
Pengelolaan klien dengan halusinasi dilakukan selama 3 hari dengan
pendekatan proses asuhan keperawatan. Pengkajian dilanjutkan penegakan
diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Jenis metode yang
digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan sebuah
metode yang menjelaskan serta menggambarkan bagaimana asuhan keperawatan
jiwa dengan masalah halusinasi penglihatan. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara, observasi dan studi dokumen.
Tindakan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari yaitu, komunikasi
bina hubungan saling percaya (BHSP), mengidentifikasi jenis, isi, waktu, respon,
dan frekuensi halusinasi, melatih mengontrol halusinasi dengan 5 benar cara
minum obat, melatih cara menghardik atau menolak apabila halusinasi itu muncul,
serta mengajarkan cara bercakap ? cakap dengan orang lain.
Hasil pengelolaan didapatkan klien mampu melakukan cara mengontrol
halusinasi dengan cara menghardik, 5 benar minum obat dan bercakap-cakap.
Saran bagi keluarga mengelola pasien halusinasi diharapkan untuk meningkatkan
asuhan keperawatan pada pasien gangguan jiwa khususnya halusinasi dengan
prinsip komunikasi terapeutik dan aplikatif.
Kata Kunci : persepsi sensori, halusinasi penglihatan