Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
HANEDYO UTAMI, SRI
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-03-31 02:17:43
Abstract :
Latar belakang : Kedelai (Glycine max (L.) Merril) memiliki kandungan senyawa
metabolit yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu flavonoid, isoflavon aglikon
maupun fenolik. Besar kecilnya aktivitas antioksidan tergantung pada kandungan
senyawa pada biji kedelai serta proses yang dilakukan untuk memperoleh ekstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perlakuan pada biji kedelai
terhadap senyawa metabolit yang berpotensi sebagai antioksidan.
Metode : Penelitian ini menggunakan review 5 artikel yaitu 3 internasional dan 2
nasional yang terbit antara tahun 2011-2021 yang meneliti tentang kandungan
senyawa metabolit serta aktivitas antioksidan diperoleh paduan data secara
kuantitatif untuk mengkaji pengaruh perlakuan biji kedelai (Glycine max (L.)
Merril).
Hasil : Tanaman kedelai mengandung senyawa fenolat, flavonoid, isoflavon,
katekin dan antosianin. Pada perlakuan ekstraksi menggunakan ultra sonikasi
menghasilkan kandungan fenolik yang lebih tinggi (18,77 mg GAE/g d.m)
dibandingkan dengan microwave (15,23 mg GAE/gdm). Biji kedelai (Glycine max
(L.) Merril) yang dilakukan proses ekstraksi dengan maserasi, memiliki kandungan
senyawa fenolik antara 2,7-7,7 mg GAE/ g.d.w. waktu fermentasi semakin lama
(selama 15 hari) akan berpengaruh terhadap kandungan senyawa fenolik dan
aktivitas antioksidan terhadap penghambatan radikal bebas DPPH semakin besar .
Biji kedelai (Glycine max (L.) Merril) yang disangrai pada suhu 2000C selama 30
menit memiliki aktivitas penghambatan radikal bebas DPPH paling besar (69,35 ±
0,41) % aktivitas pengambilan radikal dibandingakan sangrai pada 1500C. Hal ini
disebabkan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid pada biji kedelai.
Simpulan : Ekstrak dengan maserasi, sonikasi, microweve, penyangraian dan lama
waktu fermentasi akan mempengaruhi kandungan senyawa metabolit fenolik,
flavonoid, isovlavon sebagai antioksidan.
Kata Kunci : Glycine max (L.) Merril, perlakuan, senyawa metabolit sekunder,
antioksidan.