Abstract :
Epilepsi merupakan gangguan atau kondisi medis kronis,
biasanya berupa kejang berulang yang tidak dapat diprediksi, yang mempengaruhi
berbagai fungsi mental dan fisik. Sekitar 10.5 juta anak memiliki diagnosis
epilepsi aktif pada 25% populasi di dunia, di Indonesia sedikitnya terdapat
700.000 - 1.400.000 kasus epilepsi dimana terdapat pertambahan sebesar 70.000
kasus baru setiap tahun dan diperkirakan 40%-50% terjadi pada anak-anak.
Tujuan penelitian mengevaluasi penggunaan obat anti epilepsi pada peresepan
anak-anak berdasarkan jenis kelamin, umur, jenis obat dan kombinasinya di
Rumah Sakit Condong Catur.
Metode : penelitian ini mengunakan metode observasional analitik dengan
pengambilan data retrospektif melihat dari data resep epilepsi pada anak-anak.
Analisis data dengan observasi resep pasien anak yang mendapatkan terapi obat
anti epilepsi, data disajikan dalam bentuk tabel di frekuensi dan persentase.
Hasil : hasil penelitian ini diperoleh dari 76 sampel, berdasarkan jenis kelamin
persentase tertinggi yaitu laki-laki dengan 67% dan perempuan 33%, Berdasarkan
usia persentase tertinggi yaitu usia 4 tahun ? 6 tahun dengan persentase 38, 16%.
Berdasarkan pengunaan obat persentase tertinggi yaitu Asam Valproat 59,21%,
berdasarkan terapi persentase tertinggi yaitu terapi tunggal 59,21% dengan obat
Asam Valproat. persentase terbanyak pada terapi kombinasi yaitu Asam Valpoat +
phenobarbital 13,15%, kombinasi keseluruhan dengan persentase 40,78%.
Kesimpulan : jenis kelamin tertinggi ialah laki-laki dengan persentase
68,18%, berdasarkan usia tertinggi 5 tahun ? 11 tahun dengan persentase 57,95,
obat yang banyak digunakan Asam Valproat 63,63%.