DETAIL DOCUMENT
ANALISIS RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS BERDASARKAN KATEGORI TEPAT OBAT DAN TEPAT DOSIS
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
DWI SULISTIANTI, DYAH
Kumala Hati, Anita
Putri Luhurningtyas, Fania
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-03-31 02:57:41 
Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi didefinisikan tekanan yang melebihiatau sama dengan 140/90 mmHg menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan obat antihipertensi di puskesmas berdasarkan kategori ketegori ketepatan obat dan ketepatan dosis. Metode : Metode yang digunakan adalah literature review menggunakan observasional, software Microsoft excel, retrospective, dan deskriptif Hasil : Kriteria pasien yang mendapat antihipertensi adalah di puskesmas sempaja prehipertensi (12,5%), hipertensi stage 1 (34,4%), hipertensi stage 2 (53,1%), tunggal (87,5%), kombinasi (12,5%). Puskesmas pelambuan normal (1 orang), prehipertensi (3 orang), hipertensi stage 1 (18 orang), hipertensi stage 2 (15 orang). Puskesmas kopang hipertensi komplikasi DM (85%), hipertensi komplikasi jantung (10%), hipertensi komplikasi stroke (6%). Puskesmas Siantan hilir prehipertensi (0), hipertensi stage 1 (46,74%), hipertensi stage 2 (53,26%), tunggal (72,83%), kombinasi (27,17%). Puskesmas panjang laki ? laki (48%), perempuan (52,0%),hipertensi serangan jantung (73,5%), hipertensi gagal jantung (82%), hipertensi stroke (26,5%), hipertensi gagal ginjal (45,5%). Kriteria antihipertensi terbanyak adalah golongan ACEI dan golongan CCB. Ketepatan berdasarkan tepat obat dan tepat dosis adalah puskesmas sempaja tepat obat (34,38%), tidak tepat (65,62%) prehipertensi sudah diberikan obat, hipertensi stage 1 diberikan kombinasi. Puskesmas pelambuan tepat obat (48,65%), tidak tepat (51,35%), tepat dosis (45,95%), tidak tepat dosis (54,05%). Puskesmas kopang tepat obat (100%), tepat dosis (100%). Puskesmas siantan hilir tepat obat (70,7%), tidak tepat (29,3%) hipertensi stage 2, hanya mendapat terapi tunggal, tepat dosis (98,91%), tidak tepat dosis (1,09%). Puskesmas panjang tepat dosis (89,8%), tidak tepat dosis (10,2%). Kesimpulan : Obat yang paling banyak di gunakan di puskesmas adalah golongan ACEI jenis obatnya captopril dan golongan CCB jenis obatnya amlodipine. Penggunaan obat antihipertensi kurang rasional jika dilihat dari indicator ketepatan durasinya. Kata Kunci : Antihipertensi, Tepat Obat, Tepat Dosis, Kerasionalan. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo