Abstract :
Latar Belakang : Hipertensi didefinisikan tekanan yang melebihiatau sama
dengan 140/90 mmHg menurut Joint National Committee on Detection,
Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC). Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis penggunaan obat antihipertensi di puskesmas berdasarkan
kategori ketegori ketepatan obat dan ketepatan dosis.
Metode : Metode yang digunakan adalah literature review menggunakan
observasional, software Microsoft excel, retrospective, dan deskriptif
Hasil : Kriteria pasien yang mendapat antihipertensi adalah di puskesmas
sempaja prehipertensi (12,5%), hipertensi stage 1 (34,4%), hipertensi stage 2
(53,1%), tunggal (87,5%), kombinasi (12,5%). Puskesmas pelambuan normal (1
orang), prehipertensi (3 orang), hipertensi stage 1 (18 orang), hipertensi stage 2
(15 orang). Puskesmas kopang hipertensi komplikasi DM (85%), hipertensi
komplikasi jantung (10%), hipertensi komplikasi stroke (6%). Puskesmas Siantan
hilir prehipertensi (0), hipertensi stage 1 (46,74%), hipertensi stage 2 (53,26%),
tunggal (72,83%), kombinasi (27,17%). Puskesmas panjang laki ? laki (48%),
perempuan (52,0%),hipertensi serangan jantung (73,5%), hipertensi gagal jantung
(82%), hipertensi stroke (26,5%), hipertensi gagal ginjal (45,5%). Kriteria
antihipertensi terbanyak adalah golongan ACEI dan golongan CCB. Ketepatan
berdasarkan tepat obat dan tepat dosis adalah puskesmas sempaja tepat obat
(34,38%), tidak tepat (65,62%) prehipertensi sudah diberikan obat, hipertensi
stage 1 diberikan kombinasi. Puskesmas pelambuan tepat obat (48,65%), tidak
tepat (51,35%), tepat dosis (45,95%), tidak tepat dosis (54,05%). Puskesmas
kopang tepat obat (100%), tepat dosis (100%). Puskesmas siantan hilir tepat obat
(70,7%), tidak tepat (29,3%) hipertensi stage 2, hanya mendapat terapi tunggal,
tepat dosis (98,91%), tidak tepat dosis (1,09%). Puskesmas panjang tepat dosis
(89,8%), tidak tepat dosis (10,2%).
Kesimpulan : Obat yang paling banyak di gunakan di puskesmas adalah
golongan ACEI jenis obatnya captopril dan golongan CCB jenis obatnya
amlodipine. Penggunaan obat antihipertensi kurang rasional jika dilihat dari
indicator ketepatan durasinya.
Kata Kunci : Antihipertensi, Tepat Obat, Tepat Dosis, Kerasionalan.