Abstract :
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa
dari genus Plasmodium yang hidup dan terus berkembang biak pada sel darah
manusia ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Provinsi Papua
merupakan daerah endemis malaria. Dalam upaya menurunkan kesakitan dan
kematian, yang sangat penting adalah pencegahan dan pengobatan. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan malaria di Puskesmas
Wania Kabupaten Mimika.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non-eksperimental yang
bersifat deskriptif dengan melakukan eksplorasi, pengambilan data bersifat
retrospektif dan penyajian data yang diperoleh dari dokumen dan catatan medik
pasien dengan jumlah 100 sampel dalam bentuk tabel untuk data kuantitatif dan
diagram batang.
Hasil: Hasil penelitian gambaran penatalaksanaan malaria di Puskesmas Wania
Kabupaten Mimika yang diambil dari 100 sampel berdasarkan umur yang
tertinggi adalah kelompok dewasa (18-45 tahun) 62%, jenis kelamin yang
tertinggi adalah laki-laki yaitu (59%), pekerjaan yang tertinggi adalah sebagai
pelajar (23%), jenis malaria yang tertinggi adalah Plasmodium vivax (41%),
dengan terapi anti malaria yang paling banyak digunakan yaitu terapi kombinasi
DHP (Dihidroartemisinin-Piperakuin)+Primakuin sebesar 89%, terapi tunggal
DHP (Dihidroartemisinin-Piperakuin) sebesar 11%, serta obat lain yang paling
banyak di gunakan yaitu Paracetamol 98%, Domperidone 19%, Vitamin B1 10%,
Antasida 8%, Vitamin B kompleks 5%, Vitamin B6 dan CTM (Klorfeniramin
maleat) masing-masing 4%, Vitamin C dan Vitamin Pehavral masing-masing 1%.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui penatalaksanaan malaria di
Puskesmas Wania diberikan terapi golongan obat: antimalaria, analgesik dan
antipiretik, antiemetik, vitamin dan suplemen, antirefluks dan antiulser serta
antihistamin.