Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Kartika Damayanti, Septiana
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-04-14 03:50:41
Abstract :
Tanaman Binahong diketahui mengandung saponin triterpenoid,
flavonoid dan minyak atsiri. Ekstrak etil asetat dari batang binahong mengandung
polifenol, flavonoid, dan saponin. Golongan senyawa-senyawa tersebut
merupakan senyawa bioaktif dalam tanaman, sehingga diduga juga berpotensi
sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh ekstrak daun
binahong sebagai antibakteri.
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literature review dengan
melihat data sekunder uji aktivitas antibakteri ekstrak daun binahong dengan
metode dilusi cair dan metode cakram.
Hasil : Ekstrak daun binahong mengandung metabolit sekunder yaitu senyawa
flavonoid, alkaloid dan saponin yang mempunyai aktivitas antibakteri dengan
hasil kategori kuat. Nilai diameter zona hambat tertinggi pada Staphylococcus
auerus berkisar pada 12,42 mm yang dikategorikan kuat dengan nilai KHM pada
konsentrasi 50%-100% sedangkan Pseudomonas aeruginosa memiliki diameter
zona hambat 11,45 mm, sedangkan Propionibacterium acnes memiliki diameter
zona hambat tertinggi 22 mm. Pada KHM Streptococcus mutans memiliki daya
hambat antibakteri pada konsentrasi 50-100%.
Kesimpulan : Metabolit sekunder pada ekstrak daun binahong adalah flavonoid,
saponin dan alkaloid. Ekstrak daun binahong dapat menghambat bakteri meskipun
dengan metode yang berbeda dan pelarut yang berbeda pula.