Abstract :
Di Indonesia angka mortalitas anak akibat diare masih tinggi
dan termasuk penyakit endemis yang menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Terapi kausatif yang diberikan kepada pasien diare akut anak yaitu antibiotik yang
harus diberikan dengan tepat supaya tidak menimbulkan resistensi. Tujuan
penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien
diare akut anak.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental, dengan
menggunakan pendekatan retrospektif. Data yang diambil berdasarkan data rekam
medik dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 61 pasien. Analisis data
secara persentase pola peresepan dan ketepatan penggunaan antibiotik.
Hasil: Jenis dan golongan antibiotik yang digunakan pada pasien diare akut anak
di Instalasi Rawat Inap RSI Sultan Agung adalah golongan sefalosporin generasi
ketiga 93,45% yaitu Cefotaxime 35 pasien (57,38%), Ceftriaxone 19 pasien
(31,15%) dan Cefixime 3 pasien (4,92%) dan Metronidazole pada 4 pasien
(6,55%). Rute pemberian yang digunakan yaitu intravena 95,08% dan peroral
4,92%. Ketepatan penggunaan berdasarkan tepat indikasi (100%), tepat pemilihan
obat (100%), tepat dosis (75,41%), tepat interval waktu pemberian (100%) dan
tepat lama pemberian (31,15%).
Kesimpulan: Antibiotik yang banyak digunakan sebagai terapi diare akut pada
anak adalah sefalosporin generasi ketiga (cefotaxime, ceftriaxone dan cefixime)
dan metronidazole. Ketepatan penggunaan berdasarkan tepat indikasi (100%),
tepat pemilihan obat (100%), tepat dosis (75,41%), tepat interval waktu pemberian
(31,15%).