Abstract :
Jahe merupakan tanaman obat yang digunakan sebagai obat
tradisional yang sudah berkembang pesat. Jahe merah dimanfaatkan sebagai obat
tradisional karena mengandung 6-gingerol, 6-shogol, zingerone, fenolat dan
flavonoid berfungsi sebagai imunodulator, antioksidan, antiinflamasi, antipiretik
dan analgesik. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi, refluks,
dan soxhletasi dengan pembanding rutin dan kuersetin untuk menarik senyawa
flavonoid ekstrak jahe merah. Variasi metode ekstraksi dilakukan untuk
membandingkan kadar flavonoid total yang dihasilkan dari masing masing
metode ekstraksi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh metode
ekstraksi terhadap kadar flavonoid total ekstrak jahe merah dengan pembanding
rutin dan kuersetin.
Metode : Penelitian bersifat ekperimental dengan sampel jahe merah asal
Temanggung, menggunakan metode ekstraksi maserasi, refluks, dan soxhletasi
dengan pelarut etanol 96%, untuk menganalisa flavonoid dilakukan uji kualitatif
dan kuantitatif dan hasil dianalisa dengan spss 16.0.
Hasil : Hasil rendemen diperoleh ekstraksi maserasi 8,08%, refluks 3,5%, dan
soxhletasi 6,8%. Hasil diperoleh dengan kandungan senyawa flavonoid dari
masing masing ekstrak jahe merah dengan pembanding kuersetin yaitu maserasi
(141,379mgQE/g), refluks (158,466mgQE/g), soxhlet (174,971mgQE/g) dan
pembanding rutin memperoleh hasil maserasi (92,497mgRE/g),
refluks(100,166mgRE/g), soxhletasi (125,732mgRE/g). Berdasarkan hasil uji
Annova dan uji Kruskal Wallis diperoleh nilai sig (p<0,05).
Simpulan : Metode ekstraksi memberikan pengaruh terhadap kadar flavonoid
total ekstrak jahe merah dengan pembanding kuersetin dan rutin dengan
perbedaan signifikan (p<0,05) serta adanya perbedaan kadar flavonoid antara
pembanding kuersetin dan rutin