Abstract :
Salah satu jenis penyakit infeksi yang berbahaya adalah
infeksi yang menyerang kulit. Infeksi kulit dapat menyebabkan timbulnya
nanah (pus) karena adanya bakteri diantaranya adalah Staphylococcus
aureus, pada tahun 2012 prevalensi Methicillin ? Resistant Staphylococcus
aureus (MRSA 24%) meningkat tetapi tidak dengan ketepatan penggunaan
antibiotik,saat ini banyak dilakukan penelitian dengan memanfaatkan
sumber daya alam untuk digunakan sebagai obat alternatif. Tanaman yang
berpotensi sebagai antibakteri salah satunya jarak kepyar (Ricinus
communis L.) oleh karena itu perlu dilakukan kajian tentang aktivitas
antibakteri tanaman tersebut berdasarkan parameter diameter zona hambat
dan konsentrasi hambat minimum.
Metode: Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan
menggunakan 5 artikel internasional yang memiliki ISSN (International
Standard Serial Number) dan terindeks SJR (Scientific Journal Ranking)
Hasil: Hasil menunjukkan ekstrak daun jarak kepyar (Ricinus communis
L.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri, dengan kandungan senyawa
metabolit saponin, tanin, flavonoid dan terpenoid yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri, daun jarak kepyar menghambat pertumbuhan bakteri
Staphylococcus aureus dengan zona hambat pelarut air 16-19 mm kategori
sedang dengan konsentrasi 3,13-200 mg/mL, Pelarut etanol 12,5-20,5
dengan kategori lemah hingga kuat dengan konsentrasi 12-500 mg/mL,
pelarut metanol 15,3-20,7 mm dengan kategori sedang hingga kuat dengan
konsentrasi 3,13-160 mg/mL.
Kesimpulan: Daun jarak kepyar (Ricinus communis L.) memiliki
kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus
aureus dengan kandungan senyawa metabolit saponin, tanin, flavonoid
dan terpenoid dengan zona hambat 12-20,7 mm dengan kategori lemah
hingga kuat dengan konsentrasi 3,13-160 mg/mL.