Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Prasetyo Ningtias, Kurnia
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2020-01-06 07:32:15
Abstract :
Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seseorang. Salah satu tanda keremajaan secara biologi yaitu mulainya remaja mengalami haid. Ada beberapa gangguan yang dapat terjadi selama masa menstruasi, salah satunya yaitu dismenore Dismenore atau nyeri haid adalah nyeri yang biasanya dirasakan ialah kram yang timbul-hilang atau nyeri yang terus menerus biasanya pada perut bagian bawah yang menjalar sampai ke punggung bagian bawah. Data di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore sekunder (WHO, 2012).Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pengetahuan mereka tentang penanganan nyeri haid masih belum optimal.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penanganan nyeri haid secara farmakologi dan non farmakologi pada siswi SMPN 2 Ungaran.
Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah adalah 309 siswi. Jumlah sampel adalah 75 responden. Teknik pengambilan sampel untuk menentukan jumlah sampel yang akan diambil dari masing-masing strata atau wilayah digunakkan teknik purposive sampling.
Hasil: Pengetahuan siswi SMPN 2 Ungaran tentang penanganan nyeri haid secara farmakologi sebagian besar responden berpengetahuan cukup yaitu (54.7%). Secara non farmakologi sebagian besar responden berpengetahuan baik yaitu (64%).
Kesimpulan: Pengetahuan siswi SMPN 2 Ungaran tentang penanganan nyeri haid secara menyeluruh sebagian besar responden berpengetahuan baik yaitu (72%).