Abstract :
Medication error merupakan setiap kejadian yang dapat dicegah
yang dapat menyebabkan gangguan obat yang tidak tepat atau membahayakan
pasien saat pengobatan berada dalam kendali profesional kesehatan, pasien atau
konsumen. Kesalahan pengobatan menjadi salah satu konflik kesehatan yang dapat
menyebabkan dampak bagi pasien mulai dari resiko ringan hingga resiko yang
paling parah yaitu menyebabkan kematian. Medication error yang sering terjadi
adalah pengelolaan dalam penulisan resep (prescribing) dan penyiapan hingga
penyerahan obat kepada pasien (dispensing). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui medication error dan mengetahui besarnya presentase pada fase
prescribing dan dispensing di Instalasi Farmasi Klinik Anugrah Kebondowo
banyubiru.
Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan
metode propability sampling dengan teknik random sampling. Pengambilan data
dilakukan secara prospektif, dengan pengambilan 150 resep pada rawat jalan dan
rawat inap.
Hasil : Hasil penelitian medication error pada fase prescribing dengan presentase
64,67% kesalahan terjadi pada nomor rekam medis sebesar 30%, SIP dokter sebesar
24,67%, satuan dosis sebesar 4,67%, umur dan tanggal penulisan resep sebesar 2%,
tidak ada bentuk sediaan sebesar 1,33%. Dan pada fase dispensing dengan
presentase 6,66%, kesalahan terjadi pada penulisan etiket sebesar 4% dan salah
pengambilan obat sebesar 2,67%.
Keseimpulan : Medication error yang terjadi di Instalasi Farmasi Klinik Anugrah
pada fase prescribing mendapat hasil presentase sebesar 64,67% dan fase
dispensing presentase sebesar 6,66%.