Abstract :
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan langsung yang
bertanggung jawab kepada pasien yang bekaitan dengan sediaaan farmasi
tujuannya untuk memperoleh suatu hasil yang maksimal dalam meningkatkan
kualitas kehidupan konsumen atau pasien. Standar pelayanan kefarmasian
merupakan tolak ukur yang dipakai sebagai pedoman oleh tenaga kefarmasian
dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian.
Tujuan : Untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di apotek Rafah Kabupaten Sumba Timur.
Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan rancangan penelitian
cross sectioanal. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 responden. Tingkat
kepuasan pasien dianalisis dengan menggunakan persentase dan skala likert.
Hasil : Hasil uji validitas dan reliabilitas dari kuesioner memperoleh hasil yang
valid dan reliabel. Kepuasaan pasien dilihat dari lima dimensi yaitu dimensi
kehandalan (81,97%), dimensi ketanggapan (76%), dimensi empati (80,5%),
dimensi jaminan (79,67%) dan dimensi bukti nyata (80,03%).
Kesimpulan : Rata-rata tingkat kepuasan pasien dari kelima dimensi meliputi
dimensi kehandalan (reability), dimensi ketanggapan (responsiveness), dimensi
empati (emphaty), dimensi jaminan (assurance) dan dimensi bukti nyata
(tangible) tergolong dalam kategori puas dengan skor persentase (79,63%).