Abstract :
Belakang:Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI) pada
tahun 2014 menunjukkan bahwa angka kematian infeksi berat (sepsis) di
Indonesia akibat resistensi bakteri mencapai 72%.Salah satu yang dipercaya untuk
digunakan sebagai tanaman berkhasiat obat yaitu tanaman umbi bawang dayak.
Tujuan penelitian adalah mengkaji aktivitas antibakteri ekstrak umbi bawang
dayak (Eleutherine palmifolia) dengan variasi metode ekstraksi dan pelarut
terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental yaitu
menggunakan literatur review dengan melihat data sekunder yang terpublikasikan
di jurnal internasional (Scimago) dan jurnal nasional (Sinta).
Hasil: Metabolit sekunder ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia
(L.) yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, triterpenoid dan steroid. Ekstraksi
umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) dilakukan dengan menggunakan
metode ekstraksi cara dingin yaitu maserasi dan perkolasi, sedangkan cara panas
yaitu sokhletasi. Pelarut ekstraksi umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.)
dilakukan dengan menggunakan pelarut n-heksana (non polar), etil asetat (semi
polar) dan etanol (polar). Ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.)
memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
yang mengasilkan zona hambat dari terkecil yaitu 3,50 mm sampai zona hambat
terbesar yaitu 20,1 mm.
Kesimpulan: Metode ekstraksi yang paling baik adalah metode maserasi. Pelarut
yang sesuai yaitu Etil asetat. Potensi ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine
palmifolia (L.) sebagai antibakteri dengan kriteria lemah sampai sangat kuat.