DETAIL DOCUMENT
ANALISIS EFISIENSI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN DI UPTD PUSKESMAS BOJA 1
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Ayu Lestari, Margareta
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2022-04-22 02:51:49 
Abstract :
Pengelolaan obat merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap biaya operasional dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Ketidakmampuan puskesmas dalam menyediakan pelayanan obat secara optimal menunjukkan bahwa sistem pengelolaan obat belum efektif. Distribusi merupakan tahapan dari manajemen pengelolaan obat untuk mengendalikan ketersediaan obat sedangkan tahap penggunaan merupakan aspek penting dalam meningkatkan ketepatan biaya, manfaat dan mutu pelayanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efisiensi pengelolaan obat pada tahap distribusi dan penggunaan di Puskesmas Boja 1. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data diambil secara retrospektif dengan menggunakan data pelaporan periode tahun 2020. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis dan membandingkan kesesuaian hasil dengan standar indikator Pudjaningsih (1996) dan Depkes RI (2011). Hasil: Hasil penelitian tahap distribusi dengan indikator turn over ratio diperoleh hasil sebesar 3,2 kali, indikator ketersediaan obat 31,5 bulan, indikator obat kadaluwarsa/rusak 2% dan indikator stock mati sebesar 32%. Pada tahap penggunaan, indikator jumlah rata-rata item obat diperoleh hasil 3,69, persentase obat generik 62,06%, indikator persentase peresepan antibiotik 12,2% dan persentase peresepan injeksi sebesar 4,07% . Simpulan: Pengelolaan obat pada tahap distribusi dan penggunaan di Puskesmas Boja 1 belum efisien dengan standar indikator turn over ratio, tingkat ketersediaan obat, persentase obat kadaluwarsa, persentase stok mati, rerata item obat per lembar resep, persentase obat generik, antibiotik dan persentase injeksi. Hasil perbandingan indikator distribusi dan penggunaan pada penelitian menunjukkan ketidaksesuaian dengan standar indikator. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo