Abstract :
Penggunaan antibiotik dalam swamedikasi menunjukkan
penggunaan obat yang tidak rasional, melihat dari dampak penggunaan antibiotik
yang kurang tepat dapat menimbulkan resistensi. Untuk menanggulangi dampak
secara efektif perlu diperhatikan prinsip penggunaan antibiotik baik dan benar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang
DAGUSIBU obat antibiotik di masyarakat RW 02 Desa Suru Kecamatan Geyer
Kabupaten Grobogan.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan
pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu masyarakat RW 02
Desa Suru Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan sebanyak 86 responden
menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Analisa data
secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil : berdasarkan karakteristik responden, mayoritas berusia dewasa awal
berjumlah 63 responden (73%), jenis kelamin terbanyak perempuan 63 responden
(73%), tingkat pendidikan terbanyak perguruan tinggi (50%), pekerjaan terbanyak
wiraswasta (48%). Tingkat pengetahuan responden tentang DAGUSIBU
antibiotik memiliki pengetahuan baik sebanyak (86%), cukup sebanyak (10%),
dan kurang (3%). Berdasarkan hasil uji chi square terdapat hubungan yang
signifikan antara Pendidikan terhadap tingkat pengetahuan DAGUSIBU antibiotik
dengan nilai Sig (0,000) < ? (0,05).
Kesimpulan : Tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotik di
RW 02 Desa Suru Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan memiliki pengetahuan
baik (86%) dan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan terhadap tingkat
pengetahuan DAGUSIBU antibiotik dengan nilai signifikan p = 0,000 yang lebih
kecil dari nilai ? = 0,05.