Abstract :
Biji karika (Carica pubescens) telah diketahui mempunyai
aktivitas sebagai antioksidan, immunomodulator dan analgetik. Kandungan
metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antiinflamasi pada biji karika
adalah flavonoid dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan
mengevaluasi aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol biji karika dalam menurunkan
udema pada telapak kaki mencit putih jantan (Swiss webster) yang diinduksi
karagenan dan pengaruhnya terhadap jumlah leukosit.
Metode : Biji karika diekstraksi dengan pelarut etanol 70% menggunakan metode
maserasi. Identifikasi metabolit sekunder ekstrak etanol biji karika dilakukan
dengan uji warna dan kromatografi lapis tipis. Uji aktivitas antiinflamasi
menggunakan metode pembentukan udema dengan induksi karagenan 1% secara
intraplantar pada telapak kaki mencit. Parameter yang diamati adalah ketebalan
udema yang diukur menggunakan jangka sorong dengan interval waktu 1 jam
selama 6 jam dan jumlah leukosit pada jam ke 0, 3 dan 6 menggunakan
hematology analyzer.
Hasil : Identifikasi metabolit sekunder menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji
karika mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid. Ekstrak etanol biji karika
dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB memiliki aktivitas antiinflamasi yang tidak
berbeda signifikan (p>0,05) dengan Natrium Diklofenak dalam menurunkan tebal
udema. Ekstrak etanol biji karika dengan variasi dosis berpengaruh terhadap
jumlah leukosit pada jam ke-3 dan ke-6 setelah induksi karagenan.
Simpulan : Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak
etanol biji karika memiliki aktivitas antiinflamasi dengan menurunkan tebal
udema dan mempengaruhi jumlah leukosit mencit putih jantan yang diinduksi
karagenan.