Abstract :
Diabetes melitus (DM) atau yang biasa dikenal sebagai diabetes,
merupakan penyakit kelainan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia
karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya. Prevalensi diabetes
mellitus di Indonesia sudah mencapai angka 9,1 juta jiwa dan diprediksi jumlah ini
akan semakin terus bertambah. Ada beberapa tanaman yang sudah diteliti dan
bermanfaat sebagai obat antidiabetes salah satu contohnya yaitu dau kelor (M.
oleifera). Daun kelor (M. oleifera) mengandung flavonoid yang dapat menurunkan
glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dosis tertentu
ekstrak daun kelor terhadap kadar gula darah.
Metode : Penelitian ini menggunakan literature review tentang aktivitas penurun
glukosa darah yang terdapat pada daun kelor (Moringa oleifera L). Penelitian ini
membandingkan hasil dari penelitian 5 artikel internasional yang terakreditasi dan
yang terbit dari tahun 2011 ? 2021.
Hasil : Berdasarkan review artikel, ekstrak daun kelor (Moringa oleiefera) dapat
menurunkan kadar glukosa darah dengan dosis 200mg/kgBB, 1000mg/kgBB dan
50mg/kgBB. Ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar trigliserida dengan dosis
250mg/kgBB tetapi menaikkan kadar trigliserida dengan dosis 300-600mg/kgBB.
Ekstrak daun kelor menurunkan kadar malonaldehid dengan dosis 200mg/kgBB
dan 2500mg/kgBB. Ekstrak daun kelor menurunkan berat badan tikus dengan dosis
250mg/kgBB dan 50mg/kgBB akan tetapi menaikkan berat badan tikus dengan
dosis 300-600mg/kgBB.
Simpulan : Daun kelor (Moringa oleifera) mempunyai aktivitas sebagai penurun
kadar glukosa darah. Daun kelor memiliki efektivitas dalam setiap parameternya
pada rentang dosis 50mg-250mg/kgBB.