Abstract :
Hipertensi bertanggung jawab atas 10,9% kematian akibat
penyakit stroke, retinopati 2-15%, infark miokar 1,5%, dan ginjal 0,38%. Kelopak
bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) merupakan tanaman herbal yang dapat
dimanfaatkan sebagai terapi komplementer untuk penurun tekanan darah. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa aktivitas farmakologi kelopak
bunga rosella sebagai penurun tekanan darah secara praklinik dan klinik.
Metode: Penelitian dilakukan dengan metode review artikel yang menggunakan
data sekunder. Data sekunder yang digunakan adalah jurnal yang diambil dari tahun
2011-2020. Jumlah artikel yang digunakan sebanyak 6 artikel, yaitu 1 artikel
terindeks Scimago dan 5 artikel terindeks SINTA, yang membahas tentang aktivitas
kelopak bunga rosella sebagai penurun tekanan darah.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian praklinik dengan dosis 25 mg/kgBB dapat
menurunkan tekanan darah sebesar 53,2 mmHg dan pada dosis 250 mg/kgBB
mampu memberikan hasil persentase penurunan tekanan darah sistolik sebesar
27,74% dan diastolik sebesar 33,18%. Pada hasil penelitian klinik menunjukkan
bahwa hasil pre dan post tekanan darah sistolik dan diastolik dengan penurunan
terbesar pada hasil pengujian artikel 4 yaitu dengan selisih penurunan sebesar 39,67
mmHg untuk sistolik dan 21,67 mmHg unuk diastolik. Hal ini menunjukkan bahwa
pemberian seduhan kelopak bunga rosella dosis 10 gram dengan mengkonsumsi
sekali sehari efektif menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan penggunaan
dosis pada ketiga artikel penelitian klinik lainnya.
Kesimpulan: Kelopak bunga rosella (Hibiscus sabradiffa Linn.) memiliki aktivitas
sebagai penurun tekanan darah berdasarkan pengujian secara praklinik dan klinik.