Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Hernandi Nugroho, Hidhayah
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-12 02:47:18
Abstract :
Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan
karkteristik hiperglokemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.
(Soelistijo S Adi dkk, 2019). Farmasis sebagai tenaga kesehatan yang bertanggung jawab kepada
pengobatan pasien dapat berpartisipasi aktif untuk membantu meningkatkan kepatuhan konsumsi obat
seperti mengadakan promosi kesehatan seperti dengan memberikan, brosur, pamphlet atau video agar
pasien memahami penyakit dan pengobatannya.
Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian video edukasi terhadap tingkat pengetahuan penderita DM
tipe 2 di RS Muhammaduyah Wonosari tentang DM tipe 2 dan tatalaksana terapinya.
Metode : Jenis metode penelitian yang dipilih adalah deskriptif analisis. Populasi yang diteliti adalah
pasien yang di diagnose menderita penyakit DM Tipe 2 oleh Dokter di RS PKU Muhammadiyah
Wonosari yang lolos dalam kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah sampel 52 orang. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah analytical sampling.
Hasil : Pemaparan video edukasi memberikan peningkatan yang signifikan mengenai pengetahuan
DM tipe 2 terhadap tatalaksana pengobatan DM tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Wonosari
Yogyakarta. Hasil ini sesuai dengan tabel output yang menunjukkan Sig.(2-tailed) sebesar 0,00<0,05,
maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang
signifikan antara responden sebelum dan sesudah diberi penanyangan video edukasi.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
pemberian video edukasi meningkatkan tingkat pengetahuan DM tipe 2 terhadap tatalaksana
pengobatan DM tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Wonosari Yogyakarta. Hasil ini sesuai dengan
tabel output yang menunjukkan Sig.(2-tailed) sebesar 0,00<0,05, maka sebagaimana dasar
pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara responden
sebelum dan sesudah diberi penanyangan video edukasi.