Abstract :
Bedah sesar merupakan salah satu operasi yang berisiko tinggi
terjadinya infeksi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengevaluasi tentang
ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSI Sultan
Agung.
Metode : Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental (observasional),
dengan rancangan analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif berdasarkan
data sekunder rekam medik. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif,
menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang dianalisis
sebanyak 38 sampel. Analisis data dengan menggunakan analisa deskriptif.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik
profilaksis pada pasien bedah sesar di RSI Sultan Agung yaitu kesesuaian jenis
antibiotik sesuai dengan standar pedoman WHO 2021 yaitu Cefazolin sebanyak
12 pasien dengan persentase 92% dan Pensilin-sulbaktam sebanyak 1 pasien
dengan persentase 8%. Rute pemberian obat semua pasien bedah sesar diberikan
secara intravena. Dosis pemberian obat 100% sesuai dengan standar
panduan.Waktu pemberian obat 100% sesuai dengan standar panduan dan lama
pemberian sebanyak 8 pasien dengan presentase 61% diberikan selama 1 hari (24
jam).
Simpulan : Antibiotik profilaksis berdasarkan ketepatan jenis sesuai pedoman
WHO 2021 yaitu Cefazolin sebanyak 12 pasien dengan persentase 92%dan
Pensilin-sulbaktam.sebanyak 1 pasien dengan persentase 8%. Rute pemberian
obat semua pasien bedah sesar diberikan secara intravena. Dosis pemberian obat
100% sesuai dengan standar pedoman. Waktu pemberian obat 100% sesuai
dengan standar panduan dan lama pemberian sebanyak 8 pasien dengan
persentase 61% diberikan selama 1 hari (24 jam).