Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Marwiyatul Hasanah, Laely
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-17 06:57:05
Abstract :
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) atas merupakan
penyebab utama mordibitas dan mortalitas penyakit menular didunia. Di
Indonesia infeksi saluran pernapasan akut menempati urutan pertama penyebab
kematian dan termasuk 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. Terapi ISPA atas
salah satunya adalah terapi antibiotik, namun masih banyak terapi antibiotik yang
tidak tepat. penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan
peningkatan efek samping dan toksisitas antibiotika, pemborosan biaya dan tidak
tercapainya manfaat klinik untuk pencegahan atau pengobatan penyakit
infeksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan dan ketepat
terapi antibiotik berdasarkan tepat obat, tepat dosis dan tepat interval untuk pasien
ISPA atas di RSUD Praya Lombok Tengah pada periode Januari-Juni 2021.
Metode : Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental analisis yang
digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan data sekunder
rekam medik pengambilan data dilakukan secara restrospektif, menggunakan
metode purposive sampling. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 49 sampel.
Menggunakan Drug Information Handbook 2012 sebagai pedoman.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan jenis antibiotik yaitu amoksisilin sebanyak 42
pasien dengan persentase (85,72%), cefixime 2 pasien (4,08%), eritromisin 2
pasien (4,08%) dan cefadroxil 3 pasien (6,12%).Ketepatan peresepan antibiotik
pada pasien infeksi saluran pernafasan akut atas pada anak tepat obat sebanyak
100%, tepat dosis 93,88% dan tepat interval 97,96%.
Simpulan : Penggunaan antibiotik pada pasien ISPA Atas di RSUD Praya
Lombok Tengah masih ada yang belum sesuai dengan pedoman.