Abstract :
Indonesia termasuk salah satu negara yang beriklim tropis
dengan intensitas paparan sinar matahari yang tinggi. Sinar matahari yang
dipancarkan pada panjang gelombang 200 ? 400 nm disebut sebagai sinar
ultraviolet (UV). Salah satu tanaman yang memiliki senyawa flavonoid yang
dapat dimanfaatkan sebagai tabir surya alami adalah daun kersen (Muntingia
calabura L.). Senyawa flavonoid, saponin, polifenol dan tannin, steroid dalam
daun kersen dapat digunakan sebagai antioksidan dan tabir surya.
Tujuan : Untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya pada daun
kersen (Muntingia calabura L.)
Metode : Penelitian dilakukan dengan metode non-eksperimental dengan
pengambilan kesimpulan yang menggabungkan dua atau lebih penelitian sejenis
dari berbagai artikel sehingga memperoleh panduan data sebagai hasil.
Hasil : Daun kersen memiliki senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin,
steroid, tanin, fenol, triterpena. Dalam pengujian antioksidan kedua artikel
menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan didapatkan hasil
nilai IC50 yang berbeda-beda. Kandungan ekstrak pada daun kersen memiliki
aktivitas antioksidan dari kategori sedang-sangat kuat dengan nilai IC 50 (92,1 - 0,4)
kategori kuat sampai (167,70 ± 0,6) kategori sedang. Sedangkan dalam pengujian
tabir surya keempat artikel yang digunakan untuk proses ekstraksi menggunakan
metode maserasi. Pada sediaan krim, lotion dan gel penelitian menunjukkan hasil
formula 4 yang paling baik dari formula lainnya dimana menghasilkan nilai urut
artikel 2, 4 dan 6 dengan nilai SPF (18,92 : 20,8 : 18,92). Pada pengujian ekstrak
daun kersen penelitian menunjukkan hasil dengan konsentrasi 500 ppm (5,252)
menghasilkan nilai SPF paling baik.
Kesimpulan : Daun kersen memiliki kandungan aktivitas sebagai antioksidan dan
tabir surya pada sediaan farmasi dan kandungan senyawa metabolit sekundernya
yaitu flavonoid, saponin, tanin, steroid, fenol dan triterpena. Dari pengujian
ekstrak daun kersen sebagai antioksidan artikel 1 dan 2 didapatkan hasil paling
rendah adalah 27,2 (artikel 1) dan 167,70 (artikel 2). Semakin rendah nilai IC50,
maka semakin tinggi nilai aktivitas antioksidannya. Dari sediaan krim, lotion dan
gel menunjukkan semakin tinggi aktivitas tabir surya maka semakin baik nilai
SPF yang akan dihasilkan atau terbentuk.