Abstract :
Kasus kanker kulit di Indonesia termasuk masalah kesehatan
dengan angka prevalensinya sebesar 7%, serta banyak sediaan tabir surya berbahan
dasar kimia mempunyai banyak efek samping, sehingga dibutuhkan pemecahan
solusi untuk memaksimalkan penggunaan bahan alam yang memiliki aktivitas tabir
surya melalui proses purifikasi yang bertujuan untuk memurnikan suatu sampel dari
pengotor sehingga efektif melindungi kulit dari paparan sinar UV. Tujuan dari
penelitian ini, untuk menganalisis aktivitas tabir surya ekstrak bunga telang
berdasarkan pengaruh pelarut purifikasi.
Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium,
dengan sampel penelitian yaitu bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang melalui
proses purifikasi serta akan dibaca absorbansinya pada spektrofotometri UV-Vis
pada panjang gelombang 290-320nm untuk dapat ditentukan nilai SPFnya.
Hasil: Nilai SPF tertinggi pada ekstrak terpurifikasi n-heksan pada konsentrasi 300
ppm: 9,36 (Maksimal); ekstrak terpurifikasi campuran konsentrasi 300 ppm: 8,59
(Maksimal); dan ekstrak terpurifikasi etil asetat konsentrasi 300 ppm: 7,38 (Ekstra).
Hasil analisis Uji T menggunakan aplikasi SPSS v.23 diperoleh dengan nilai
signifikansi 100ppm= 0,047; 200ppm= 0,014; 300ppm= 0,000 yaitu <0,05,
sehingga ketiga ekstrak terpurifikasi menghasilkan perbedaan yang signifikan.
Kesimpulan: Ekstrak etanol bunga telang memiliki perbedaan nilai SPF yang
signifikan berdasarkan pengaruh pelarut purifikasi dan memiliki aktivitas sebagai
tabir surya serta hasil analisa statistika Uji T menggunakan aplikasi SPSS v.23
diperoleh nilai signifikansi 100ppm= 0,047; 200ppm= 0,014; 300ppm= 0,000 yaitu
<0,05.