Abstract :
Bibir dapat mengalami gangguan seperti pembengkakan,
kerusakan akibat sinar matahari, peradangan, perubahan warna bibir, luka, dan
kerusakan akibat penggunaan kosmetik pewarna bibir. Kerusakan akibat sinar
matahari dapat membuat bibir, terutama bibir bawah menjadi keras dan kering.
Kerusakan ini dapat dikurangi dengan mengaplikasikan lip balm yang
mengandung tabir surya atau dengan melindungi wajah dari sinar matahari yang
berbahaya.
Tujuan: Untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap, dan penggunaan lip
balm pada mahasiswa farmasi Universitas Ngudi Waluyo.
Metode: Penelitian secara kuantitatif non eksperimental dengan jenis deskriptif
analitik. Sampel yang digunakan sebanyak 83 responden yang memenuhi kriteria
inklusi dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling tipe
accidental sampling. Pengambilan data secara retrospektif. Instrumen penelitian
berupa kuesioner melalui google form. Analisis data dilakukan menggunakan
excel dan SPSS statistik versi 26.
Hasil: Penelitian ini menggunakan responden berjenis kelamin perempuan.
Jumlah responden sebanyak 83 yang didapatkan dari perhitungan menggunakan
rumus slovin dengan taraf kepercayaan 10%. Semester I reguler: 7 (8,43%), III
reguler: 7 (8,43%), V reguler: 12 (14,46%), dan VII reguler: 57 (68,67%). Usia
18-20 tahun: 22 (26,51%) dan lebih dari 20 tahun: 61 (73,49%). Tingkat
pengetahuan terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik dengan skor
83,98%. Tingkat sikap terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik dengan
skor 79,93%. Tingkat penggunaan lip balm termasuk dalam kategori cukup baik
dengan skor 74,38%.
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan terhadap lip balm termasuk dalam kategori
baik (83,98%). Tingkat sikap terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik
(79,93%). Tingkat penggunaan lip balm termasuk dalam kategori cukup baik
(74,38%).