Abstract :
Latar Belakang: Jamu (herbal medicine) sebagai salah satu bentuk pengobatan tradisional, dianggap tidak beracun dan tidak menimbulkan efek samping. Khasiat jamu telah teruji oleh waktu, zaman dan sejarah, serta bukti empiris langsung pada manusia selama ratusan tahun. Jamu Jun merupakan minuman berbahan dasar tepung yang diberi campuran rempah rempah yang di sajikan dengan bubuk merica. Saat ini Jamu Jun sulit di dapatkan di daerah Jepara atau Demak.
Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan praktik konsumsi jamu jun di kalangan masyarakat Desa Turirejo Demak
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross ectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 96 responden.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner data penelitian ini di analisis menggunakan analisis bivariat dengan mengunakan SPSS, uji Chi Square.
Hasil penelitian: Jenis kelamin responden laki-laki (36,4%) dan perempuan (63,6%)., Usia ?25 - ?50 tahun laki-laki (41,6%) dan perempuan (58,3%). Tingkat pendidikan SD (62,5%). Bekerja (52,8%). Tingkat pengetahuan responden dengan kategori baik (58,3%). Tingkat konsumsi kategori baik (62,5%).
Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara sosiodemografi jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan (pvalue = 0,040), tetapi usia (pvalue = 0,528), tingkat ada hubungan tidak signifikan dengan pendidikan (pvalue = 0,520) dan pekerjaan (pvalue = 0,692). Ada hubungan tidak signifikan antarasosio demografi jenis kelamin (pvalue = 0,570), usia (pvalue = 0,680) dan tingkat pendidikan (pvalue = 0,710), tetapi ada hubungan signifikan antara pekerjaan dengan konsumsi Jamu Jun (pvalue = 0,032).
Kata kunci: Pengetahuan, konsumsi, jamu jun, Desa Turirejo