Abstract :
Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas terapi pasien Gastroenteritis yang bertujuan untuk penyembuhan infeksi. Penggunaan terapi secara tidak rasional dapat menimbulkan masalah resistensi, oleh karena itu perlu dilakukan pengamatan yang cermat tentang perkembangan resistensi agar pengobatan terhadap infeksi dapat dilakukan secara rasional dan menghindari kegagalan terapi.
Metode : Penelitian ini dilakukan secara non-eksperimental (observasional) dengan jenis penelitian deskriptif. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara restrospektif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode total sampling yaitu pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Didapatkan hasil analisa data pasien gastroenteritis sebanyak 45 pasien yang mendapatkan terapi antibiotik sebanyak 24 pasien dan yang tidak mendapatkan terapi antibiotik sebanyak 21 pasien.
Hasil : Sampel penelitian yang didapatkan sebanyak 45 pasien, yang mendapatkan terapi antibiotik sebanyak 24 pasien dan yang mendapatkan terapi non antibiotik sebanyak 21 pasien. Jenis antibiotik yang digunakan meliputi, golongan Fluorokuinolon yaitu Moxifloxacin sebanyak 5 resep (15,63%), Levofloxacin sebanyak 2 resep (6,25%) dan Ciprofloxacin sebanyak 1 resep (3,12%), golongan Sulfonamida yaitu Cotrimoxazole sebanyak 3 resep (9,38%). Dapat disimpulkan penggunaan terapi yang sesuai dengan evaluasi kerasionalan (tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi) sebanyak 32 resep (71,11%).
Kesimpulan : Profil penggunaan terapi yang digunakan untuk pengobatan pasien gastroenteritis di RSUD Jombang meliputi, golongan Fluorokuinolon (Moxifloxacin 15,63%), (Levofloxacin 6,25%) dan (Ciprofloxacin 3,12%), golongan Sulfonamida (Cotrimoxazole 9,38%). Dapat disimpulkan penggunaan terapi yang sesuai dengan evaluasi kerasionalan (tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi) sebanyak 32 resep (71,11%).
Kata Kunci : Rasionalitas, Antibiotik, Gastroenteritis.