Abstract :
Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati seperti tanaman obat
tradisional. Tanaman yang dapat digunakan dalam pengobatan salah satunya adalah
kayu manis (Cinnamomum Spp.). Kandungan yang terdapat pada ekstrak kayu
manis yaitu minyak atsiri, saponin dan flavonoid. Salah satu kandungan minyak
atsiri adalah sinamaldehid dan eugenol. Untuk mengkaji aktivitas antibakteri dari
ekstrak kayu manis (Cinnamomum Spp.) yang sudah diformulasikan dalam bentuk
sediaan gel.
Metode: Penelitian dilakukan dengan metode non-eksperimental menggunakan
literatur review pada tahun 2016-2021. Menyimpulkan hasil dan pembahasan yang
menggabungkan dua atau lebih penelitian sejenis dari artikel nasional dan
internasional sehingga memperoleh data sebagai hasil.
Hasil: Dari kelima artikel penelitian ini menggunakan bakteri gram positif yaitu
Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Zona
hambat antibakteri dipengaruhi oleh adanya kandungan senyawa pada kayu manis,
formula, bentuk gel, kadar ekstrak, dan pelarut. Kayu manis memiliki kandungan
senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, fenol, sinamaldehid dan eugenol. Bahan dari
suatu formula yang membantu aktivitas antibakteri yaitu gelling agent. Bentuk gel
dengan pembawa nanosponges lebih efektif berikatan dengan zat aktif. Metode uji
aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur agar lebih baik. Pada sediaan gel
kelima artikel didapatkan zona hambat paling besar yaitu 50±1,2 mm yang
memiliki daya hambat sangat kuat.
Kesimpulan: Sediaan gel kayu manis memiliki aktivitas antibakteri pada sediaan
gel. Aktivitas antibakteri yang dihasilkan bervariasi dari daya hambat sedang
hingga sangat kuat. Zona hambat pada kelima artikel yaitu rentang antara 5 mm
sampai 50±1,2 mm.
.
Kata Kunci: Kayu