Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
LAELATUL ROHMAH, SITI
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-19 02:01:16
Abstract :
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif kronis yang
sering menimbulkan komplikasi penyakit lain seperti hipertensi. Pada pasien yang
menderita diabetes melitus dengan penyakit penyerta hipertensi, umumnya akan
mendapatkan terapi kombinasi dengan obat lebih dari 2 macam sehingga berpotensi
menimbulkan interaksi obat.Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi interaksi
diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi berdasarkan karakteristik pasien, tingkat
keparahan dan mekanisme interaksi obat.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bersifat
retrospekif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik total sampling dengan
jumlah 186 sampel. Sampel yang digunakan berupa rekam medik pasien diabetes
melitus dan hipertensi periode Januari ? Agustus 2021 di Instalasi Rawat Inap
RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo. Analisis data menggunakan analisis statistik
deskriptif, dengan data yang disajikan dalam bentuk persentase.
Hasil : Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien, jenis kelamin perempuan
sebanyak 124 (66,67%), usia paling banyak pada kelompok usia 56-65 tahun
sebanyak 116 (62,36%). Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan
moderate sebanyak 111 Kasus (67,31%), minor 34 kasus (16,07%). Potensi
interaksi obat berdasarkan mekanisme yang terjadi interaksi secara
farmakodinamik 105 kasus (52,38%) dan tidak diketahui mekanismenya 81 kasus
(48,30%).
Simpulan : Potensi interaksi obat yang terjadi pada pasien diabetes melitus tipe2
dan hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo paling
banyak terjadi pada pasien perempuan sebanyak 124 (66,67%) dengan rentang usia
56-65 tahun sebanyak 116 (62,36%). Tingkat keparahan interaksi obat paling
banyak dengan tingkat moderate 111 kasus (67,31%) dengan mekanisme interaksi
secara farmakodinamik 105 kasus (52,38%)
Kata kunci : interaksi, DM, hipertensi,tingkat keparahan , mekanisme