Abstract :
Latar belakang : Mual muntah dialami oleh sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan fenomena yang sering terjadi pada usia 5-12 minggu gejalanya dapat menimbulkan gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, penurunan berat badan, serta ketidak seimbangan elektrolit. Bila keadaan ini semakin berat dan tidak tertanggulangi maka disebut hiperemesis gravidarum. Paritas merupakan salah satu faktor yang berperan terhadap tingginya kecenderungan terjadi hiperemesis gravidarum sebagai salah satu keadaan yang berakibat patologi bagi ibu dan janin yang dikandungnya.
Tujuan : Mengetahui Hubungan Paritas Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di RSUD Salatiga
Metode : Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan case control, pengambilan sampel kasus dengan teknik systematic random sampling dan control menggunakan teknik pengambilan sampel systematic random sampling. Menggunakan perbandingan 1:1. Populasi dalam penelitian ini ada dua untuk yang kasus 47 ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum dan populasi yang kontrol 1,875 ibu yang tidak mengalami hiperemesis gravidarum. Jumlah sampel yang diteliti 94 responden. analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil uji statistik mendapatkan p-value sebesar 0,000 (<0,05) yang dapat dismpulkan bahwa ada hubungan Paritas dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum.
Simpulan : Terdapat hubungan antara Paritas dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum.