Abstract :
Pengelolaan obat di puskesmas merupakan salah satu rangkaian
kegiatan yang menyangkut beberapa aspek yaitu perencanaan kebutuhan,
permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan,
pelaporan, pengarsipan, pemantauan dan evaluasi pengelolaan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi pengelolaan obat pada
tahap perencanaan dan pengadaan di Instalasi Farmasi Puskesmas Penujak tahun
2020.
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif
dimana pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data yang diperoleh
berupa data primer dan data sekunder.
Hasil: Hasil penelitian diketahui, pada tahap perencanaan berdasarkan indikator
Kesesuaian item obat yang tersedia dengan Fornas 90,80%, penyimpangan
perencanaan 129%, pada tahap pengadaan berdasarkan Persentase moda/dana
yang tersedia dengan keseluruhan dana yang dibutuhkan 117%, indikator
persentase alokasi dana pengadaan obat 18,54%, frekuensi pengadaan tiap item
obat tergolong dalam frekuensi rendah (<12x/tahun) sebanyak 16 item obat,
frekuensi kesalahan faktur 0%, frekuensi tertundanya pembayaran 0%.
Simpulan: Pengelolaan obat pada tahap perencanaan sudah dapat dikatakan
efisien dan efektif, sedangkan pengelolaan obat pada tahap pengadaan yang
kurang efektif pada indikator pengadaan tiap item obat, alokasi dana pengadaan
obat dan sudah efektif pada indikator Persentase moda/dana yang tersedia dengan
keseluruhan dana yang dibutuhkan, frekuensi kesalahan faktur serta frekuensi
tertundanya pembayaran.