Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
TRI WAHYUDI, AVIAN
Minarsih, Tri
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-24 01:21:58
Abstract :
Latar belakang : Zingiber officinale var. Amarum atau jahe emprit mengandung
flavonoid yang memiliki aktivitas farmakologis diantaranya sebagai antioksidan.
Penyarian metabolit melalui suatu metode dengan menggunakan pelarut
mempengaruhi kadar senyawa dan tingkat aktivitas farmakologisnya. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisi pengaruh perbedaan perlakuan porses
maserasi dan konsentrasi etanol terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas
antioksidan ekstrak Jahe Emprit.
Metode : Sampel Jahe Emprit diperoleh dari Temanggung. Ekstraksi dilakukan
dengan metode maserasi dan remaserasi. Penetapan kadar flavonoid total
menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Pengujian aktivitas antioksidan
menggunakan metode DPPH, diukur absorbansi menggunakan Spektrofotometri
UV-Vis.
Hasil : Dari penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak Jahe Emprit : metode
maserasi-etanol70%: 0,674 mgQE/g , remaserasi-etanol70%: 0,659 mgQE/g,
maserasi-etanol 96%: 0,601mgQE/g, remaserasi-etanol 96% : 0,643 mgQE/g. Hasil
penetapan aktivitas antioksidan sampel dengan dua parameter (%inhibisi dan nilai
IC50) masing-masing perlakuan, pada metode maserasi-etanol 70% :
(32,53%&56,58ppm) ; remaserasi-etanol70%: (35,48%&22,1ppm) ; maserasi-
etanol96%: (21,85%&87,7ppm); remaserasi-etanol96%: (24, 3%&67,42ppm)
Simpulan : Dari uji SPSS, variasi metode ekstraksi dan pelarut tidak memberikan
perbedaan signifikan pada kadar flavonoid total, namun menghasilkan perbedaan
signifikan pada aktivitas antioksidan ekstrak jahe emprit.
Kata kunci : Jahe Emprit., Flavonoid, antioksidan, Metode ekstraksi, pelarut.