Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang
membutuhkan terapi jangka panjang. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan
menggunakan obat-obatan ataupun dengan cara modifikasi gaya hidup. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antihipertensi berdasarkan
tepat pasien, tepat pemilihan obat dan tepat dosis.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data
secara retrospektif yaitu dengan menggunakan data rekam medis. Sampel penelitian
berusia lebih dari atau sama dengan 26 tahun sebanyak 82 pasien yang menderita
hipertensi tanpa penyakit penyerta. Pengambilan sampel dalam penelitian ini
dengan metode purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan
JNC VIII dan Drug Information Handbook edisi 22.
Hasil: Sebanyak 55 pasien (67,07%) berjenis kelamin perempuan dan 27 pasien
(32,93%) berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia paling banyak yaitu 56-65
tahun sebanyak 27 pasien (32,93%). Penggunaan obat antihipertensi tunggal yang
paling banyak digunakan adalah golongan CCB (amlodipine) sebanyak 38 pasien
(46,34%) sedangkan golongan obat 2 kombinasi CCB (amlodipine) dengan diuretik
loop (furosemide) sebanyak 9 pasien (10,98%). Ketepatan penggunaan obat
antihipertensi yaitu 82 pasien (100%) tepat pasien, 72 pasien (87,80%) tepat
pemilihan obat dan 72 pasien (87,80%) tepat dosis.
Kesimpulan: Ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi
tanpa penyakit penyerta yaitu 82 pasien (100%) tepat pasien, 72 pasien (87,80) tepat
pemilihan obat, dan 72 pasien (87,80%) tepat dosis.
Kata kunci: hipertensi, antihipertensi, ketepatan