Abstract :
Latar belakang: Pengelolaan obat di puskesmas merupakan salah satu
manajemen puskesmas yang penting terutama pada tahap perencanaan dan
pengadaan. Ketidakefektifan dan ketidakefisienannya dapat berdampak negatif
terhadap puskesmas baik secara medis maupun ekonomis. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi keefektifan dan efisiensi perencanaan dan pengadaan obat di
Puskesmas Kagok Semarang tahun 2020.
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode
deskriptif, diambil dari data sekunder.
Hasil: Hasil penelitian diketahui, pada tahap perencanaan berdasarkan indikator
kesesuaian item obat dengan Formularium Nasional 90,12% dan penyimpangan
perencanaan 139%, sedangkan pada tahap pengadaan pada indikator persentase
ketersediaan dana 116,6%, persentase alokasi dana pengadaan obat 2,13%,
frekuensi pengadaan tiap obat tergolong dalam frekuensi rendah (<12x/tahun)
sebanyak 64, frekuensi kesalahan faktur 0%, frekuensi tertundanya pembayaran
0%.
Simpulan: Pengelolaan obat pada tahap perencanaan efektif pada indikator
kesesuaian obat dengan fornas dan tidak efektif pada indikator penyimpangan
perencanaan sedangkan pada tahap pengadaan obat efisien pada indikator
persentase modal/dana yang tersedia, tidak efisien pada indikator alokasi dana
pengadaan obat, dan indikator pengadaan tiap item obat, serta sudah efektif pada
indikator frekuensi kesalahan faktur dan frekuensi tertundanya pembayaran.
Kata Kunci : Perencanaan, Pengadaan, Instalasi Farmasi, Puskesmas,