Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
PRABANDARI NOVEMA, AYU
Aprilliana, Melati
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-24 02:03:54
Abstract :
Latar Belakang: Daun cengkeh mengandung metabolit sekunder yang memiliki
aktivitas antibakteri. Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan
bakteri yang menyebabkan infeksi pada manusia. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak kasar dan terpurifikasi daun
cengkeh terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang diawali
dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%,
ekstrak kemudian dipurifikasi dan dibuat konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan
25%. Kontrol positif menggunakan ampisilin dan kontrol negatif adalah aquadest.
Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram.
Hasil: Metabolit sekunder ekstrak kasar dan terpurifikasi daun cengkeh yaitu
flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Zona hambat ekstrak kasar terhadap bakteri
Escherichia coli pada kosentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% adalah 7,30 mm;
9,99 mm; 12,92 mm; 13,27 mm; 13,93 mm dan ekstrak terpurifikasi adalah 9,91
mm; 11,06 mm; 12,00 mm; 12,29 mm; 14,53 mm. Zona hambat ekstrak kasar
terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada kosentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan
25% adalah 6,71 mm; 7,50 mm; 7,65 mm; 8,25 mm; 9,32 mm dan ekstrak
terpurifikasi adalah 7,47 mm; 8,68 mm; 9,54 mm; 9,97 mm; 11,37 mm.
Kesimpulan: Konsentrasi optimal ekstrak kasar terhadap bakteri Escherichia coli
adalah 25% (13,93 mm) dan terpurifikasi 25% (14,53 mm). Ekstrak kasar terhadap
bakteri Staphylococcus aureus adalah 25% (9,32 mm) dan terpurifikasi 25% (11,37
mm).
Kata Kunci: Ekstrak daun cengkeh, ekstrak terpurifikasi, antibakteri, Escherichia
coli, Staphylococcus aureus