Abstract :
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat
disembuhkan, sehingga diberikan terapi secara terus menerus dengan tepat. Gula
darah dapat digunakan sebagai pedoman dalam diagnosis diabetes mellitus. Tujuan
penelitian ini untuk menganalisa hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan
penurunan gula darah pada pasien prolanis diabetes mellitus tipe 2 di Klinik
Pratama Istimedika Pringapus.
Metode: Desain penelitian ini deskriptif korelasional. Sampel penelitian pasien
DM tipe 2 prolanis yang menjalani rawat jalan dan menebus obat di Klinik Pratama
Istimedika Pringapus yang berjumlah 22 pasien menggunakan metode total
sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner MMAS-8 dan data
rekam medis. Analisis data diolah dengan univariat dan bivariat menggunakan uji
Chi Square.
Hasil: Pengobatan pasien diabetes mellitus pada terapi tunggal didapatkan 3 orang
(33,33%) dengan tingkat kepatuhan rendah, dan 6 orang (66,67%) dengan tingkat
kepatuhan sedang, serta 6 orang (66,67%) mengalami penurunan gula darah, dan 3
orang (33,33%) mengalami kenaikan GDP. Pengobatan pasien diabetes mellitus
pada terapi kombinasi didapatkan 6 orang (46,15%) dengan kepatuhan rendah, dan
7 orang (53,85%) dengan kepatuhan sedang, serta 7 orang (53,85%) mengalami
penurunan gula darah, dan 6 orang (46,15%) mengalami kenaikan GDP.
Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan penurunan
gula darah pada terapi kombinasi pasien prolanis DM tipe 2 di Klinik Pratama
Istimedika Pringapus dengan nilai signifikansi p-value 0,029. Tetapi tidak terdapat
hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan penurunan gula darah pada terapi
tunggal/monoterapi pasien prolanis DM tipe 2 di Klinik Pratama Istimedika
Pringapus dengan nilai signifikansi p-value 0,226.