Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
DIAHAYU, MARTHA
Minarsih, Tri
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-24 02:33:58
Abstract :
Latar Belakang:Timbal (Pb) adalah senyawa logam yang ditemukan pada
campuran bahan bakar kendaraan bermotor. Pekerja SPBU beresiko terpapar timbal
(Pb) sehingga berbahaya pada kesehatan seperti sakit kepala, lesu, gangguan tidur
serta berdampak adanya partikulat udara (PM10) menyebabkan pencemaran udara.
Akumulasi timbal (Pb) pada tubuh dapat dideteksi melalui darah, dan rambut.
Metode yang digunakan untuk menetapkan kadar timbal dilakukan validasi untuk
mengetahui kesesuain metode yang digunakan.Tujuan Penelitian adalah
mengetahui validasi metode spektrofotometri serapan atom, kadar timbal (Pb) pada
rambut pekerja SPBU tertinggi terendah dan mengetahui hubungan lama masa kerja
terhadap kadar Pb .
Metode:Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental yaitu
menggunakan kajian sebanyak 5 artikel dengan melihat data sekunder yang
terpublikasi di jurnal internasional (Scimago) dan jurnal nasional (Sinta).
Hasil: Berdasarkan validasi metode diperoleh uji akurasi dengan nilai recovery
96,23% mendekati 100%, Uji presisi 4,01% <5%,linearitas (r ) mendekati 1,
konsentrasi LOD 0,2680 mg/L melebihi konsenttrasi LOQ 0,0804. Kadar timbal
(Pb) dalam rambut pekerja SPBU yaitu kadar (Pb) sebesar 31,64 ?g/g, 22 ?g/g ,
0,8131 ?g/g, 0,8175 ?g/g, 0.2648 ?g/g dengan lama masa kerja 1-12 tahun.
Kesimpulan: Validasi metode penetapan kadar (Pb) dalam rambut dengan
spektrofotometri serapan atom memenuhi persyaratan meliputi akurasi, presisi,
linearitas, LOD dan LOQ. Kadar timbal tertinggi 31,64 ?g/g sampel di Kota Basrah
Irak dan terendah 0.2648 ?g/g sampel di Kota Pekanbaru. Tidak ada hubungan lama
masa kerja pada kadar Pb pada rambut pekerja SPBU. Faktor pengaruh lama masa
kerja pada kadar (Pb) yaitu usia, merokok, alat pelindung diri tidak lengkap , dan
perbedaan luas wilayah.
Kata kunci: Rambut, kadar timbal (Pb), validasi, faktor.