Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Eriyanti, Erin
Minarsih, Tri
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-24 02:40:34
Abstract :
Latar belakang : Pemanis buatan sering ditambahkan pada produk minuman karena memiliki
tingkat kemanisan yang tinggi serta harganya yang terjangkau. Penting untuk memperhatikan
jumlah pemanis buatan dalam minuman karena bisa berbahaya bagi kesehatan jika diminum
secara berlebihan .Metode HPLC merupakan metode yang banyak digunakan untuk
menganalisis kadar pemanis buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan
kadar pemanis buatan yang terdapat pada minuman dengan metode HPLC.
Metode : Metode penelitian yang digunakan mengkaji jurnal dari 5 jurnal yang terindeks
nasional (Sinta) dan internasional (scopus) tentang analisis kadar pemanis pada minuman
dengan metode HPLC diterbitkan dari tahun 2012-2020.
Hasil : Sampel yang digunakan pada artikel 1-5 adalah minuman. Hasil kajian kelima artikel
didapatkan kandungan pemanis buatan antara lain aspartam dengan kadar sebesar 7,5658
sampai 258,2797 mg/kg yang masih memasuki rentang atau dibawah batas maksimum
penggunaan aspartam yaitu < 600 mg/kg . Selanjutnya terdapat kandungan siklamat dengan
kadar sebesar 8,69 sampai 2963,43mg/kg. Dengan beberapa sampel melebih batas maksimum
sebesar < 350mg/kg. Sedangkan untuk hasil penelitain pada kadar sukralosa didapatkan rata ?
rata sebesar 0,08655 mg/kg yang masih memasuki rentang penggunaan sukralosa sebesar <300
mg/kg.
Kesimpulan : Jenis pemanis buatan yang terkandung dalam sampel minuman adalah aspartam,
siklamat dan sukralosa dengan kadar 7,5658 sampai 2963,43mg/kg. Berdasarkan kadar
pemanis tersebut masih ada yang melebihi batas maksimum yang diizinkan dalam Peraturan
BPOM nomor 11 tahun 2019.
Kata kunci : Aspartam, Siklamat, Sukralosa, Minuman, HPLC