Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Paskah Kapitan, Hendrik
Aprilliana, Melati
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-24 02:55:59
Abstract :
Latar Belakang: Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyakit yang semakin berkembang
di masyarakat akibat radikal bebas. Oleh karena itu, dibutuhkan antioksidan sehingga dapat
menangkal radikal bebas. Salah satu senyawa antioksidan yang berasal dari bahan alam adalah
tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.). Kandungan kimia seperti fenol dan flavonoid didalam
kemangi (Ocimum basilicum L.) mampu menangkal radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini
adalah membandingkan variasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun kemangi
(Ocimum basilicum L.) dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2 Picrylhydrazil).
Metode: Penelitian menggunakan metode kajian artikel dengan acuan dari lima artikel nasional
dan artikel internasional yang membandingkan hasil penelitian berupa pelarut yang sesuai dan nilai
IC50.
Hasil: Berdasarkan uji daya antioksidan dengan nilai IC50 didapat hasil sebagai berikut : Pada
jurnal 1 dengan pelarut etanol 96% ± 52,68ppm. Pada jurnal 2 dengan pelarut etanol 96% sebesar
39,77ppm. Pada jurnal 3 dengan pelarut metanol dan diklorometana sebesar 88ppm dan 1178ppm.
Pada jurnal 4 dengan pelarut etanol, kloroform, dan CCl4 sebesar 170,6ppm, 327,1ppm, dan
594,9ppm. Sedangkan jurnal 5 pada daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan pelarut etanol
70% sebesar 1290ppm.
Simpulan: Dari beberapa variasi pelarut yang digunakan, pelarut yang paling baik untuk
mengekstrasi metabolit sekunder daun kemangi adalah etanol 96% pada jurnal 2 dengan IC50 :
39,77ppm yang tergolong sangat kuat.
Kata Kunci : Daun Kemangi,Varias Pelarut, Uji Antioksidan, DPPH