Abstract :
Kualitas layanan sangat erat kaitannya dengan layanan yang
terstruktur dan komprehensif seperti yang kita ketahui bersama, layanan
terstruktur dan komprehensif adalah desain layanan yang sangat baik. Kualitas
pelayanan berpengaruh terhadap pasien untuk kembali lagi ke apotek atau tidak.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan kefarmasian di Apotek Usaha Baru Salatiga.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan
pendekatan cross sectional. Penilaian terhadap kepuasan di dapatkan dari hasil
penyebaran kuesioner SERQUAL yang memuat 5 dimensi pelayanan kefarmasian
yaitu dimensi fasilitas berwujud,dimensi kehandalan,dimensi ketanggapan,
jaminan, dan empati. Untuk menghitung kepuasan pasien dengan menggunakan
rumus gap.
Hasil: Hasil penelitian yang diambil dari 96 sampel secara berturut-turut yaitu
reliability (-0,7), responsiveness (-0,58), assurance (0,53) , emphaty (-0.52),
tangiable (-0,43). Pada dimensi tingkat fasilitas berwujud mempunyai nilai
kesenjangan paling rendah karena konsumen merasa puas dengan fasilitas yang
ada di Apotek Usaha Baru Salatiga.Dimensi Kehandalan merupakan dimensi
yang paling memerlukan perbaikan karena tingkat kesesuaiannya terendah
diantara yang lain dengan nilai kesenjangan (- 0,7).
Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang di lakukan di ketahui bahwa tingkat
kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian adalah pasien merasa puas
terhadap pelayanan yang di berikan Apotek Usaha Baru.