Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Angelica Candra, Dita
Susilo, Jatmiko
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2022-05-24 03:30:18
Abstract :
Latar belakang : Diabetes melitus pada tahun 2017 Indonesia urutan ke-4
dengan pasien DM paling tinggi setelah india, cina dan amerika serikat. Diabetes
Melitus tipe 2 dengan terapi obat yang memerlukan jangka waktu yang lama,
dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien dan juga menimbulkan Drug Related
Problems (DRPs). Tujuan penelitian untuk mengetahui pola terapi pengobatan
dan pola masalah terapi pasien diabetes melitus tipe 2 peserta prolanis di
Puskesmas Sluke.
Metode : Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan
pendekatan secara retrospektif. Teknik sampling menggunakan total sampling
dengan pertimbangan inklusi sebanyak 13 sampel menggunakan lembar PCNE.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan pola
terapi pengobatan DMT-2 paling banyak digunakan dengan kombinasi metformin
dan glimepirid sebanyak 100% dimana terdapat 7 kasus (54%)/ Kejadian DRPs 13
sampel terdapat 19 kasus dengan kategori tidak ada efek terapi obat (M.1.1) dan
pemilihan obat tidak sesuai guideline/formularium (P.1.1) sebanyak 1 kasus
(7,69%), efek obat tidak optimal (M.1.2) dan pemilihan obat tidak sesuai
guideline (P.1.1) sebanyak 10 kasus (76,92%), dan ada indikasi atau gejala yang
tidak diterapi (M.1.3) dan ada indikasi baru obat belum diresepkan sebanyak 8
kasus (61,53%).
Simpulan : Pasien didapatkan kejadian DRPs dengan kategori obat tidak optimal
sebanyak 10 kasus ( 76,92%) dan tidak ada efek terapi obat sebanyak 1 kasus
(7,69%) disebabkan karena pemilihan obat tidak sesuai dengan guidline dan
indikasi tidak diterapi sebesar 8 kasus sebanyak (61,54%) disebabkan karena
pasien belum diberikan.
Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Pola terapi pengobatan, Drug Related
Problems