Abstract :
Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit kronis berupa gangguan
metabolik yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia yang terjadi karena sekresi
insulin. Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian yang tidak
diharapkan dan dapat menjadi penyebab kegagalan terapi pasien DM tipe 2.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan dan kejadian Drug
Related Problems (DRPs) terapi Diabetes Melitus tipe 2 pasien Prolanis di Klinik
Istimedika Pringapus
Metode : Metode penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode
accidental sampling dan dianalisis secara deskriptif analitik. Sampel yang digunakan
sebanyak 18 sampel dari total 40 populasi.
Hasil : Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan karakteristik pasien DM
tipe 2 lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki dengan presentase
61,11% pasien perempuan dan 38,89% untuk pasien laki-laki. Pola terapi obat
antidiabetik digunakan untuk penyakit diabetes mellitus. Kombinasi
metformin+glibenclamide ada 44,44% pasien, metformin+glimepiride 33,33%
pasien, metformin tunggal 5,56% pasien, glimepiride tunggal 16,67% pasien. Analisis
Drug Related Problems (DRPs) dengan menggunakan acuan PCNE, kasus DRPs
pasien yang paling banyak adalah pasien yang memiliki 2 kasus DRPs sebanyak 10
pasien (55,55%) sedangkan jumlah pasien yang memiliki 3 kasus DRPs sebanyak 8
pasien (44,45%).
Kesimpulan : Pola terapi obat antidiabetik digunakan untuk penyakit diabetes
mellitus.. Kombinasi metformin+glibenclamide ada 44,44% pasien,
metformin+glimepiride 33,33% pasien, metformin tunggal 5,56% pasien, glimepiride
tunggal 16,67 pasien. Berdasarkan analisis menggunakan PCNE kasus DRPs pasien
yang paling banyak adalah pasien yang memiliki 2 kasus DRPs sebanyak 10 pasien
(55,55%) sedangkan jumlah pasien yang memiliki 3 kasus DRPs sebanyak 8 pasien
(44,45%).