DETAIL DOCUMENT
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) TERAPI DIABETES MELLITUS TIPE 2 PESERTA PROLANIS DI KLINIK ISTIMEDIKA PRINGAPUS
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Dwi Ratnasari, Novita
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2022-05-24 07:43:47 
Abstract :
Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia yang terjadi karena sekresi insulin. Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu kejadian yang tidak diharapkan dan dapat menjadi penyebab kegagalan terapi pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan dan kejadian Drug Related Problems (DRPs) terapi Diabetes Melitus tipe 2 pasien Prolanis di Klinik Istimedika Pringapus Metode : Metode penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode accidental sampling dan dianalisis secara deskriptif analitik. Sampel yang digunakan sebanyak 18 sampel dari total 40 populasi. Hasil : Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan karakteristik pasien DM tipe 2 lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki dengan presentase 61,11% pasien perempuan dan 38,89% untuk pasien laki-laki. Pola terapi obat antidiabetik digunakan untuk penyakit diabetes mellitus. Kombinasi metformin+glibenclamide ada 44,44% pasien, metformin+glimepiride 33,33% pasien, metformin tunggal 5,56% pasien, glimepiride tunggal 16,67% pasien. Analisis Drug Related Problems (DRPs) dengan menggunakan acuan PCNE, kasus DRPs pasien yang paling banyak adalah pasien yang memiliki 2 kasus DRPs sebanyak 10 pasien (55,55%) sedangkan jumlah pasien yang memiliki 3 kasus DRPs sebanyak 8 pasien (44,45%). Kesimpulan : Pola terapi obat antidiabetik digunakan untuk penyakit diabetes mellitus.. Kombinasi metformin+glibenclamide ada 44,44% pasien, metformin+glimepiride 33,33% pasien, metformin tunggal 5,56% pasien, glimepiride tunggal 16,67 pasien. Berdasarkan analisis menggunakan PCNE kasus DRPs pasien yang paling banyak adalah pasien yang memiliki 2 kasus DRPs sebanyak 10 pasien (55,55%) sedangkan jumlah pasien yang memiliki 3 kasus DRPs sebanyak 8 pasien (44,45%). 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo