Abstract :
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh
asupan energy, protein dan banyak faktor yang mempengaruhi kejadian stunting
seperti karakteristik keluarga, pendapatan orang tua, dan jumlah anggota keluarga.
Tujuan : Mengetahui hubungan karakteristik antara keluarga, asupan energi dan
protein dengan kejadian stunting pada balita di Desa Praihambuli Kecamatan
Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur
Metode :Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.
Jumlah Populasi dalam penelitian ini adalah 177 balita. Sampel penelitian ini
ditentukan dengan teknik Proportional Random Sampling sejumlah 71 responden
yang memenuhi kriteria. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan
distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi Kendal tau. Istrumen
pengumpulan data menggunakan data sekunder pengukuran antropometri,
kuesioner, form SSFQ.
Hasil : Penelitian menunjukan bahwa hubungan antara pendidikan ayah dengan
kejadian stunting memiliki nilai p (value) 0,565 sedangkan hubungan antara
pekerjaan ayah dengan stunting memiliki nilai p (value) 0,00. Pendidikan ibu
memiliki nilai p (value) 0,816 sedangkan nilai hubungan antara pekerjaan ibu
dengan stunting memiliki nilai p (value) 0,0147. Hubungan antara julah anggota
keluarga dengan kejadian stunting memiliki nilai p (value) 0,763. Sedangkan
kejadian stunting pada balita sejumlah 23 balita ( 32,4 %) dan balita yang tidak
stunting yaitu 48 balita (67.6 %); asupan energy baik 20 balita (28,2 %), energi
kurang 37 balita (52,1 %), asupan energy lebih 14 balita (19,7%); asupan protein
baik 12 balita (16,9 %), protein kurang 34 balita (47,9 %), protein lebih 25 balita
(35,2%)( p=0,004, p=0,004)
Simpulan : Tidak ada hubungan antara stunting dengan karakteristik keluarga (
pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, jumlah anggota keluarga) dan Ada
hubungan antara asupan energi dan asupan protein dengan kejadian stunting pada
balita di Desa Praihambuli Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba
Timur