Abstract :
Skripsi ini merupakan studi tentang tindak pidana atas penolakan jenazah terhadap korban
covid-19 yang terjadi di wilayah Kabupaten Semarang. Pada penelitian ini, metode yang
digunakan adalah yuridis normatif. Peneliti melakukan penelitian dengan merangkum,
menyalin, dan mengutip dari berbagai sumber untuk mencari jawaban atas persoalan dalam
pokok persoalan tindakan pidana atas penolakan jenazah terhadap korban covid-19 serta
menentukan seorang tersangka atau terdakwa dapat atau tidak dipidana sesuai dengan tindakan
yang dilakukan yang berkaitan dengan Undang-Undang yang mengaturnya.
Dalam kasus yang terjadi bahwasanya tindak pidana yang dilakukan adalah penolakan
pemakaman jenazah korban covid-19 yang merupakan sebuah wabah penyakit yang menular.
Dengan adanya penolakan pemakaman tersebut dianggap sebagai tindakan yang melanggar
terhadap penanggulangan wabah penyakit yang menular, adapun Undang-Undang yang
mengatur yaitu pada Pasal 14 Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 1984 Tentang
Wabah Penyakit Menular. Sehingga tindakan yang dilakukan oleh pelaku termasuk sebuah
tindakan yang melanggar Undang-undang dan dapat dikenakan hukuman maupun sanksi
berdasarkan keputusan hukum.
Kata kunci : Tindakan pidana, Covid-19, Penolakan pemakaman, Keadilan.