DETAIL DOCUMENT
PENGELOLAAN NYERI AKUT POST ORIF ATAS INDIKASI FRAKTUR LEFORT 1 DAN MALOKLUSI PASKA REKONTRUKSI DI DESA BOLOH
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Andriani, Eva Aprelia
Mustain, Mukhamad
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2022-05-31 01:10:50 
Abstract :
Latar belakang : Fraktur Lefort 1 merupakan fraktur yang paling sering dialami dan menyebabkan rahang atas mengalami pergerakan yang di sebut floating jaw. Salah satu masalah yang sering muncul pada fraktur lefort 1 + maloklusi paska rekontruksi adalah nyeri akut. Tujuan : penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan nyeri akut post ORIF atas indikasi fraktur lefort 1 + maloklusi paska rekontruksi di Desa Boloh. Metode : jenis pengelolaan yang di berikan yaitu penelitian deskriptif dengan cara memberikan pengelolaan perawatan pada klien nyeri akut pada post ORIF atas indikasi fraktur lefort 1 + maloklusi paska rekontruksi. Teknik pengambilan sampel dengan convenience sampling pada salah satu klien post ORIF atas indikasi fraktur lefort 1 + maloklusi paska rekontruksi. Hasil : pengelolaan nyeri akut dilakukan selama 3 hari dengan Tn. T. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi. Pasien dengan keluhan nyeri pada area wajah. Simpulan : pada pasien nyeri akut dengan post ORIF atas indikasi fraktur lefort 1 + maloklusi paska rekontruksi jika melakukan teknik relaksasi nafas dalam dengan tepat sehingga kontrol nyeri akan menigkat. Saran : meningkatkan kontrol nyeri dengan cara teknik relaksasi nafas dalam, supaya tidak memperburuk nyeri akut. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo