Abstract :
Latar belakang : Fraktur Lefort 1 merupakan fraktur yang paling sering dialami
dan menyebabkan rahang atas mengalami pergerakan yang di sebut floating jaw.
Salah satu masalah yang sering muncul pada fraktur lefort 1 + maloklusi paska
rekontruksi adalah nyeri akut.
Tujuan : penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan
nyeri akut post ORIF atas indikasi fraktur lefort 1 + maloklusi paska rekontruksi
di Desa Boloh.
Metode : jenis pengelolaan yang di berikan yaitu penelitian deskriptif dengan cara
memberikan pengelolaan perawatan pada klien nyeri akut pada post ORIF atas
indikasi fraktur lefort 1 + maloklusi paska rekontruksi. Teknik pengambilan
sampel dengan convenience sampling pada salah satu klien post ORIF atas
indikasi fraktur lefort 1 + maloklusi paska rekontruksi.
Hasil : pengelolaan nyeri akut dilakukan selama 3 hari dengan Tn. T.
Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, pemeriksaan fisik, observasi
dan studi dokumentasi. Pasien dengan keluhan nyeri pada area wajah.
Simpulan : pada pasien nyeri akut dengan post ORIF atas indikasi fraktur lefort 1
+ maloklusi paska rekontruksi jika melakukan teknik relaksasi nafas dalam
dengan tepat sehingga kontrol nyeri akan menigkat.
Saran : meningkatkan kontrol nyeri dengan cara teknik relaksasi nafas dalam,
supaya tidak memperburuk nyeri akut.