DETAIL DOCUMENT
PENGELOLAAN HIPERTERMI PENCEGAH KEJANG DEMAM SIMPLEKS PADA ANAK PRASEKOLAH DI DESA WINDUSARI MAGELANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Larassati, Beti Wulan
Haryani, Siti
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2022-06-03 01:20:42 
Abstract :
Latar Belakang : Soft tissue tumor atau Tumor jaringan lunak merupakan kelompok neoplasma yang besar dan heterogen. Tumor jinak jaringan lunak ternyata lebih umum ditemukan daripada tumor jinak pada tulang. Tumor-tumor ini dapat menyerang hampir di semua tempat, di dalam maupun di antara otot, ligamen, saraf, dan pembuluh darah. Bentuk penampakan dan sifatnya juga sangat luas variannya. Soft tissue tumor umumnya diklasifikasikan berdasarkan jenis jaringan yang membentukanya, termasuk lemak, jaringan fibrosa, otot dan jaringan neurovascular. Yang tergolong jaringan lunak antara lain adalah otot, tendon, jaringan ikat, lemak dan jaringan synovial(jaringan disekitar persendian). Pada jaringan lunak dapat tumbuh tumor yang disebut soft tissue tunor. Tujuan : Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan unutk mengetahui pengelolaan nyeri akut Post Op Eksisi atas indikasi soft tissue tumor di Klinik Brastomolo. Metode : Jenis pengelolaan yang diberikan yaitu penelitian deskriptif dengan cara memberikan pengelolaan perawatan pada pasien nyeri akut pada Post Op Eksisi Bedah atas indikasi soft tissue tumor. Teknik pengambilan sampel dengan convenience sampling pada salah satu klien Post Op Eksisi atas indikasi Soft tissue tumor. Hasil : Pengelolaan nyeri akut dilakukan selama 3 hari dengan Tn.S. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi. Pasien dengan keluhan nyeri pada bagian mata kiri. Simpulan : Pada pasien nyeri akut dengan Post Op Eksisi bedah atas indikasi Soft tissue tumor jika melakukan teknik distraksi dengan tepat sehingga kontrol nyeri akan meningkat dan nyeri akan teralihkan. Saran : Mengalihkan dan meningkatkan kontrol nyeri dengan cara distraksi mendengarkan musik, supaya tidak memperburuk nyeri akut. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo