Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Ayu Mumpuni, Grahita
Widyaningsih, Ari
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-06-07 04:39:40
Abstract :
Asfiksia neonatus merupakan suatu kondisi bayi tidak dapat
segera bernapas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. World Health
Organization (WHO)Tahun 2018 mencatat bahwa asfiksia merupakan peringkat
kedua penyebab kematian neonatus setelah prematuritas, WHO memperkirakan
setiap tahunnya terdapat 3% (3,6 juta) bayi mengalami asfiksia dari 120 juta bayi
baru lahir, diperkirakan hampir 1 juta bayi ini meninggal. Pada tahun 2020,
penyebab kematian neonatal di Indonesia di antaranya asfiksia (27,4%), infeksi
(3,4%), kelainan kongenital(11,4%), tetanus neonatorium (0,3%), dan lainnya
(22,5%). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir diwilayah kerja
Puskesmas Buho Buho tahun 2021.
Metode: Jenis Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 68 orang dan teknik pengambilan sampel
secara purposive sampling yaitu sebanyak 50 ibu yang melahirkan bayi dengan
kejadian asfiksia maupun tidak asfiksia yang masuk kriteria penelitian umur ibu,
paritas, umur kehamian, dan persalinan lama. Analisa data yang digunakan
adalah Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan menggunakan rumus chi-
square.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa variable yang berhubungan dengan
kejadian asfiksia adalah persalinan lama dengan nilai p-value 0,003 < 0,05, serta
variable yang tidak berhubungan umur ibu nilai p-value 0,273 > 0,05, paritas nilai
p-value 0,139 > 0,05 , dan umur kehamilan nilai p-value 0,118 > 0,05.
Simpulan: Ada hubungan antara persalinan lama dengan kejadian asfikisa pada
bayi baru lahir diwilayah kerja Puskesmas Buho Buho tahun 2021